6 Langkah Membuat Lirik Lagu
Kitab Jurus Sakti
Sudah mulai banyak
member Mahir Menulis Lagu yang berani meminta pendapat tentang lagu mereka. Ada yang sudah jadi lagu penuh, ada juga yang masih berbentuk kata-kata.
Yang saya perhatikan, masih banyak yang kesulitan tentang cara
membuat lirik lagu. Contohnya seperti pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:
“Tolong Mas Mas pencerahannya tentang lirik lagu saya ini.”
“Bagaimana cara membuat lagu-lagu tentang sosial Mas?”
“Mas gimana cara membuat lagu tentang kisah cinta aku?”
“Udah bikin lagunya tapi gagal terus ngga bisa masuk liriknya.”
“Bagaimana cara membuat lagu persahabatan Mas?”
Apakah Anda juga sering bertanya seperti ini?

Sebetulnya, lirik adalah senjata paling kuat yang dimiliki pembuat
lagu. Coba tanya ke teman Anda, apa yang dia sukai dari lagu favoritnya?
Jawabannya ada 2 kemungkinan:
vokalnya enak atau
liriknya dalem.
Lirik adalah cara Anda menyampaikan pesan dalam lagu Anda, melalui
rangkaian cerita. Cerita inilah yang dicari oleh pendengar dalam lagu
Anda –
mereka ingin merasakan emosinya.
Walau kadang bisa terasa sangat susah, membuat lirik itu mudah. Yang tidak mudah adalah membuat lirik yang
pas di hati para pendengar Anda.
Karena itu, saya memberikan jurus-jurus sakti yang sering saya pakai dalam lagu sendiri. Inilah jurus yang telah
menghasilkan lagu-lagu yang memenangkan penghargaan, finalis lomba, dan dilirik oleh artis major label.
Kumpulan jurus-jurus ini bisa Anda jadikan Kitab Jurus Sakti Anda
sendiri. Ketika Anda sedang buntu, kehabisan ide, silakan gunakan metode
step-by-step berikut supaya Anda tidak pernah kehabisan akal lagi!
1. Pilihlah tema lagu
Langkah pertama selalu dimulai dari tema, atau ide atau konsep.
Semakin matang konsep yang Anda ramu di awal, semakin bernyawa lagu Anda jadinya di akhir.
Disini saya sarankan: berusahalah berpikir
out of the box.
Masih banyak tema lain selain tema cinta. Kalaupun Anda akan membuat
tema cinta, coba cari sudut pandang yang berbeda dari umumnya.
Baca tutorial lengkapnya:
Tema Lagu Original – Nasihat Manusia Gua Berusia 30.000.000 Tahun
2. Buatlah kerangka cerita
Kalau Anda melewatkan langkah ini, lagu Anda bisa terdengar monoton
atau membosankan atau biasa biasa saja. Akibatnya, mungkin ada yang
mendengarnya dan suka, tapi tidak sampai membeli atau menjadi penggemar
Anda.
Membuat kerangka cerita sama seperti membangun fondasi dan pilar
sebuah rumah. Kerangka inilah yang akan mendukung tema utama Anda.
Lagu yang ada kerangka ceritanya, akan memiliki identitas yang kuat.
Baca tutorial lengkapnya:
6 Teknik Storytelling agar Lagu Anda Punya Identitas yang Kuat
3. Buat judul yang khas
Dari kerangka ceritanya, Anda bisa menentukan judul. Jangan Anda
anggap remeh judul lagu, karena judul memegang peranan yang sangat
penting.
Judul lagu adalah momen pertama dimana Anda bisa memperlihatkan bahwa
karya Anda beda dari yang lain. Saat pembuat lagu yang lain menggunakan
judul yang “pasaran”, Anda
muncul dengan judul yang khas sehingga langsung menarik perhatian calon pendengar.
Baca tutorial lengkapnya:
3 Langkah Mencari Judul Lagu dari Judul Berita
4. Tulis lirik Anda (pilih kosakatanya)
Anda sudah punya tema. Anda sudah bangun kerangka ceritanya. Anda juga sudah punya judul khas.
Sekarang saatnya Anda tulis lirik lagu Anda. Disinilah kreativitas Anda berperan. Disinilah Anda menunjukkan kenapa Anda
berbeda dari pembuat-pembuat lagu yang lain.
Ada berbagai teknik yang bisa dilakukan untuk membuat lirik. Salah
satu teknik favorit saya adalah menggunakan peta pikiran atau
mind map. Mind map ini sangat efektif, karena melatih otak Anda berpikir luas saat
mencari kata-kata yang tepat.
Baca tutorial lengkapnya:
Tips Memilih Kosakata Saat Membuat Lirik Lagu
5. Gunakan lirik yang visual, naratif, dan deskriptif
Disinilah perbedaan Anda dengan pembuat lagu yang lain. Banyak sekali
pembuat lagu Indonesia yang tidak memakai lirik visual dalam lagu
mereka. Akibatnya, lagu mereka terasa ada yang kurang, hambar, atau
tidak bernyawa.
Lirik visual (atau naratif/deskriptif) adalah lirik yang membuat
pendengar bisa membayangkan lagu Anda seperti film: lengkap dengan
adegan laga, cinta, dan drama yang menegangkan.
Kalau Anda bisa menguasai sedikit saja lirik visual, itu akan
membuat Anda jauh jauh lebih mahir membuat lagu dibanding kebanyakan orang di luar sana yang bermalas-malasan tapi berharap lagunya akan dibeli orang atau artis major label.
Karena itu, gunakanlah lirik visual! Ini adalah senjata ampuh yang dipakai artis kaliber internasional seperti
Taylor Swift (yang menghasilkan lebih dari US$50 Juta selama 2012!), tapi jarang dipakai pembuat lagu dalam negeri.
Baca tutorial lengkapnya:
- Empat Cara Menggaet Perhatian Pendengar Anda dengan Lirik Visual
- Sensory Songwriting: Rangsang Emosi Pendengar Anda Melalui ke-5 Panca Inderanya
6. Rapikan lirik
Sampailah Anda di langkah yang terakhir: merapikan lirik.
Lirik yang sudah Anda buat sejauh ini belum tentu sudah selesai. Anda
selalu bisa membuatnya lebih baik. Ingat apa yang dikatakan The Edge,
gitaris band
U2:
“Lagu kami tidak pernah selesai; tapi selalu dirilis!”
Anda jangan cepat puas dulu. Cuma karena Anda punya seonggok lirik, bukan berarti itu enak dinyanyikan.
Bukan berarti lirik Anda akan membuat orang langsung ngefans dengan lagu Anda.
Baca tutorial lengkapnya:
- Cara Menulis Lirik Pintar Menggunakan Fragmented Storytelling – Bagian Pertama
- Cara Menulis Lirik Pintar Menggunakan Fragmented Storytelling – Bagian Kedua
7. Istirahat
Ya, istirahat. Kalau Anda sudah melakukan ke-6 langkah sebelumnya, sekarang Anda
break dulu.
Jujur saja, banyak teman-teman musisi saya yang “jengkel” dengan cara
saya membuat lagu. Karena mereka ngga sabaran – mereka maunya langsung
corat coret seadanya malas-malasan, tapi berharap lagunya jadi lagu
hits!
Ngeyel!
Lagu yang ngehits butuh waktu. Lagu yang hits butuh struktur.
Walau pekerjaannya lebih berat, hasilnya jauh lebih memuaskan.
Meski ini bukan “formula” pasti, kalau Anda pakai jurusnya, lagu Anda akan jauh lebih bernyawa.
Yang paling penting saya tekankan:
lagu Anda harus ada ceritanya.
Semakin nyata cerita Anda, semakin
ngena lagu Anda ke orang-orang.
Buatlah lagu Anda menyentuh hati mereka, baik itu membuat mereka
menyalurkan kesedihannya yang paling tersembunyi, atau membangkitkan
semangat mereka untuk menjadi tak terkalahkan.
Pada saat itulah orang-orang akan membeli lagu Anda: