TAUFIK ISMAIL,nama
tersebut sudah tidak asing lagi bagi para pecinta puisi di tanah air. Goresan
tinta yang ditorehkan begitu terkenal terutama yang menyiratkan tentang potret
peristiwa sejarah. Namun demikian, secara pribadi aku tidak terlalu menyukai
puisi-puisi jaman dulu, sajak yang ditulis terkesan seperti cerita.
So, berikut ini beberapa puisi karya Taufik Ismail yang sudah aku pilih biarpun nggak
semuanya. Maklum banyak banget karya-karyanya dalam Benteng, Buku tamu museum
perjuangan, Prahara budaya, dan Sajak ladang jagung.
DENGAN PUISI AKU
(Taufiq ismail)
Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbaur cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Napas jaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbaur cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Napas jaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar